KAIZEN

Pengertian Kaizen

Dalam dunia industri perbaikan dalam segi kualitas secara kontinyu sangatlah penting. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas nilai jual suatu produk dan memberikan kepuasan kepada pelanggan atas produk yang kita buat.

“Kaizen” Merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna "perbaikan berkesinambungan" = Continuous Improvement. Selain itu kaizen juga termasuk dalam tools lean manufacturing seperti yang dinyatakan oleh H.A Prabowo, dkk(2018) bahwa  Kaizen termasuk dalam tools/metode dalam Lean Manufacturing termasuk TPM, JIT, manufaktur seluler, produksi, perataan, dan standardisasi kerja

Secara sederhana pengertian Kaizen adalah usaha perbaikan berkelanjutan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang. “Kaizen” ialah perbaikan yang dilakukan dengan menghilangkan pemborosan, menghilangkan beban kerja berlebih, dan selalu memperbaiki kualitas produk. Sasaran utama dari “kaizen” adalah menghilangkan Pemborosan yang tidak memberikan nilai tambah produk atau jasa. Pemborosan itu perlu dihilangkan karena menimbulkan biaya-biaya yang menyebabkan berkurangnya profit. 

Penerapan “kaizen” bisa dilakukan di awal proses produksi, padasaat proses produksi, hingga proses akhir barang tersebut disimpan digudang dan siap dikirim ke customer. Sehingga barang yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi dengan kualitas yang baik. Selain itu dengan penerapan “kaizen” akan menurunkan biaya produksi dengan cara menurunkan jumlah barang yang rusak. 

Salah satu upaya dalam meningkatkan penghasilannya ialah dengan menggunakan metode kaizen dalam kegiatan produksinya untuk memperbaiki setiap kegiatan produksi yang dilakukan serta menghemat berbagai biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan produksinya.

Ardiansyah (2013:6) menjelaskan kaizen merupakan konsep payung yang mencakup sebagian besar praktis khas Jepang yang belakangan ini terkenal di seluruh dunia”. Konsep payung tersebut dapat dilihat pada gambar berikut

Filosofi Kaizen

  1. Mengutamakan PROSES.
  2. Kaizen menekankan bahwa tahap pemrosesan dalam perusahaan harus disempurnakan agar hasil dapat meningkat.
  3. Dalam kaizen dipercaya bahwa proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula.
Filosofi kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.

 

Fungsi Kaizen


1.PEMELIHARAAN

Kegiatan pemeliharaan teknonogi, sistem manajemen, dan standar operasional yang ada sekaligus menjaga standar tersebut melalui pelatihan serta disiplin dengan tujuan agar semua karyawan dapat mematuhi prosedur pengoperasian standar (Standard Operating Procedure-SOP) yang telah ditetapkan.

2. PERBAIKAN

Kegiatan yang diarahkan pada meningkatkan standar yang ada.
Dalam jurnal yang ditulis H.A. Prabowo,dkk (2018) Mendeskripsikan Continous Improvement (Kaizen) “Use of cross-functional teams for improvement activities”. Dengan Keuntungan “Improves problem-solving capabilities of the workers”


Dengan kata lain fungsi Continous improvement (kaizen) melibatkan semua aspek secara keseluruhan (cross-functional teams) untuk peningkatan berkelanjutan perusahaan yang dimana memiliki manfaat bagi para pekerjanya seperti peningkatan kemampuan dalam hal problem-solving

 

Sasaran Kaizen


Sasaran Utama :
Menghilangkan pemborosan-pemborosan yang tidak memberikan nilai tambah pada produk atau jasa

Sasaran Akhir:
Tercapainya Kualitas, Biaya dan Distribusi (Quality, Cost & Delivery) QFD




Sumber:
Subawa., Fatkhurrohman, A. 2016. Penerapan Kaizen Dalam Meningkatkan Efisiensi Dan Kualitas Produk Pada Bagian Banbury PT Bridgestone Tire Indonesia. Jurnal Administrasi Kantor, Vol 4 (1) : 14 – 31

Yulian. E., Adesta. T., Prabowo. H.A. 2018. The Evaluation of Lean Manufacturing Implementation and Their Impact to Manufacturing Performance. International Conference on Design, Engineering and Computer Science

Comments

  1. Ok good, tapi nulis referensi untuk artikel saya masih salah.

    ReplyDelete

Post a Comment